Plasenta Akreta, Penyakit Apa Ini ?

Pregnant Woman Holding Her Tummy during Daytime

Pexels.com

Bagi perempuan yang sedang menjalani masa kehamilan, tentu momen ini adalah momen yang membahagiakan sekaligus mendebarkan. Terlebih bagi mereka yang baru pertama kali menjalani masa kehamilan, momen ini terkadang membuat sebagian dari mereka mencari tahu apa saja yang harus dipersiapkan, dilakukan bahkan tidak boleh dilakukan. Semua wanita hamil tentu berharap agar kehamilannya berjalan lancar dan sehat hingga proses melahirkan nanti tiba. Tentu, tidak ada yang ingin mengalami berbagai penyakit, termasuk penyakit seperti plasenta akreta.

Pengertian plasenta akreta yaitu suatu kondisi dimana pembuluh darah plasenta (ari – ari) atau bagian lain dari plasenta menjadi tumbuh terlalu dalam di dinding rahim. Ketika kondisi normal, plasenta akan menempel di endometrium yang merupakan salah satu lapisan dinding rahim yaitu di stratum basalis. Plasenta akreta adalah penyakit yang terjadi ketika plasenta menempel terlalu dalam pada dinding rahim namun tidak menembus otot uterus (miometrium). 

Pengertian plasenta akreta termasuk penyakit kehamilan yang serius dan bisa mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani dan diobati dengan baik. Plasenta pada umumnya akan lepas dengan sendirinya dari dinding rahim saat kondisi normal bagi wanita yang baru saja melahirkan. Tetapi saat penyakit plasenta akreta terjadi, sebagian atau seluruh plasenta akan tetap melekat dengan erat di dinding rahim. Pendarahan setelah melahirkan bisa terjadi karena kondisi ini. 

Penyebab dari plasenta akreta masih belum diketahui secara spesifik namun kondisi ini bisa berkaitan dengan plasena previa dan kelahiran caesar yang pernah dilakukan sebelumnya. Menurut ahli di bidang kesehatan, plasenta akreta dialami oleh 5-10 persen dari wanita yang mengalami plasenta previa. Hal ini disebabkan oleh persalinan caesar yang bisa meningkatkan kemungkinan kondisi ini untuk kehamilan berikutnya. Yang terjadi adalah semakin banyak melakukan operasi caesar, maka peluang untuk mengalami plasenta akreta juga semakin besar. Dari 60 % kasus plasenta akreta yang terjadi disebabkan oleh persalinan yang dilakukan secara caesar. 

Penyakit ini secara umum tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Di sisi lain, penyakit ini bisa ditandai dengan adanya pendarahan miss V yang terjadi selama trimester ketiga selama kehamilan. Apabila gejala atau tanda ini Anda alami, sebaiknya segeralah mencari bantuan ahli medis seperti bidan atau dokter ahli kandungan untuk mendapatkan pertolongan atau perawatan yang maksimal. Apabila tidak, penyakit ini bisa mengancam nyawa. 

Setelah melahirkan, gangguan atau komplikasi serius bisa dialami oleh seseorang dengan plasenta akreta. Baik dengan histerektomi ataupun tidak. Apabila persalinan secara caesar terjadi komplikasi yang masih meninggalkan sebagian besar plasenta, maka infeksi bisa terjadi, pendarahan yang membahayakan nyawa Ibu, emboli paru atau adanya penyumbatan dari gumpalan darah yang lepas sehingga menyumbat arteri paru – paru. Komplikasi tersebut juga bisa terjadi pada kehamilan selanjutnya. Komplikasi yang mungkin terjadi berupa keguguran, plasenta akreta terjadi kembali bahkan kelahiran prematur. 

Persalinan dengan cara caesar disertai histerektomi juga bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi luka operasi, reaksi alergi pada obat bius dan adanya gumpalan darah. Selain itu, kemungkinan terjadinya komplikasi masih sangat besar karena terjadi plasenta akreta misalnya kerusakan organ seperti paru – paru akibat acute respiratory distress syndrome bahkan ginjal karena gagal ginjal. 

Pendarahan hebat di vagina setelah melahirkan tidak boleh disepelekan dan bukan keadaan yang sederhana. Diperlukan penanganan yang tepat dan serius untuk kondisi ini. Bahkan, apabila tidak diatasi dengan baik bisa mengancam jiwa wanita yang baru saja melahirkan tersebut dan bisa menimbulkan komplikasi atau gangguan lain. Transfusi darah sangat diperlukan. Karena gangguan lain yang bisa terjadi seperti koagulopati intravaskular diseminata atau kondisi darah tidak membeku secara normal. 

Kelahiran prematur juga menjadi komplikasi yang mungkin bisa terjadi dan dialami oleh wanita yang melahirkan dengan kondisi plasenta akreta. Kelahiran prematur yaitu persalinan yang mulai lebih awal. Hal ini terjadi ketika seorang wanita hamil yang melahirkan janin lebih awal sebelum waktu yang diperkirakan karena terjadi pendarahan selama kehamilan. 

Sumber :

www.alodokter.com

www.halodoc.com
https://id.theasianparent.com

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>